Cultuurtuin di Indische buurt Festival di Amsterdam

Indische buurt Festival tahun ini dilaksanakan hari Sabtu, tanggal 4 September 2021. Warga lokal yang berada di area tersebut sangat menantikan momen istimewa ini, apalagi pandemi corona juga sudah semakin berkurang di Belanda. Antusias penduduk terhadap festival tersebut sangat disambut baik, walaupun demikian, masih diberlakukan peraturan ketat bahwa pengunjung harus bebas dari corona, maka sebelum memasuki lokasi area, penonton terlebih dahulu mempersiapkan bukti bebas corona yang bisa di download melalui aplikasi corona check atau membawa kartu sertifikat vaksin yang valid, atau tes korona negatif melalui Testen Voor Access tidak lebih dari 24 jam. Pihak penyelenggara akan mengecek dengan alat cek menggunakan kode QR-nya. Tidak ada biaya dikenakan bagi pengunjung. Gratis. 

Sedikit informasi mengenai daerah lokasi acara adalah dari uniknya nama jalanan yang digunakan. Ada sejumlah nama provinsi di Indonesia yang dijadikan nama jalan, yaitu Sumatrastraat. Javastraat, Palembangstraat, dan lainnya. Indische buurt festival sendiri berlokasi di Timorplein, Amsterdam.

Tahun ini De Cultuurtuin (Taman Budaya) ikut serta dalam festival. Dengan tema Samen Verder (Bersama di masa depan). Annika kuyper sebagai pendiri de Cultuurtuin (Taman budaya) mendapat kesempatan dalam sesi interview, menginformasikan untuk IBTV bahwa de Cultuurtuin (Taman Budaya) siap menjadi bagian dari masyarakat di Belanda, dalam hal mengenalkan budaya Indonesia, dari sabang sampai merauke, dari Miangas sampai pulau Rote. 

Aktivitas budaya yang sudah dilakukan de Cultuurtuin (Taman Budaya) di akhir bulan tanggal 30, 31 Juli dan 1 Agustus adalah pengenalan tari Reog Ponorogo dari Surabaya, pengenalan instrumen musik Angklung dan juga belajar membuat layang – layang bersama. 

Untuk rencana kedepan de Cultuurtuin (Taman Budaya) adalah keinginan memiliki ruangan sendiri, tempat dimana bisa berkumpul anak-anak keturunan Indonesia, memiliki darah campuran Indonesia atau juga bagi anak – anak yang ingin mengenal seni budaya Indonesia. Seperti belajar bahasa Indonesia bersama, dan kegiatan budaya lainnya.

About Annika

Annika is één van de oprichters van Mata Hari Media. Ze woonde 7 jaar in 2002 – 2008 en werkte in de film- en omroepindustrie als producent voor verschillende productiehuizen. Na haar terugkeer in Amsterdam, vervolgde ze haar studie en behaalde ze haar Master Degree in New Media and Digital Cultures aan de Universiteit van Amsterdam. Ze bekleedt momenteel een functie bij CREATE-IT, het toegepaste onderzoekscentrum van de faculteit Digitale Media en Creatieve Industrie aan de Hogeschool van Amsterdam.

  •